Artikel ini adalah lanjutan dari Artikel Suka Duka Membangun Aplikasi SASIRANGAN Bagian 1. Kali ini saya ingin membahas dari sisi Tim Teknis, seperti apa kesulitan dan suka duka tim dalam mewujudkan aplikasi SASIRANGAN ini.

Siapa Tim nya ?

Tim teknis SASIRANGAN terdiri dari Tim Teknis PT. Netsindo Sentra Computama, Tim Bidang TI Polda Kalsel, dan Tim Teknis Mabes Polri. Ketiga tim berkolaborasi aktif dalam membangun aplikasi ini. Dari Netsindo ( atau dalam brand ini kami gunakan merek Websindo ) terdiri dari 6 programmer, 2 networkers, serta 1 konseptor. Posisi masing-masing personil tersebar, ada yang di Banjarbaru ( yaitu saya ), di Samarinda ( tim networking ), di Semarang ( programmer) dan di Jakarta.

Dukcapil dan SIPP

Konsep awal SASIRANGAN awalnya sederhana, sangat sederhana malah. Kami hanya mengembangkan sedikit dari App serupa yang pernah kami bangun untuk Polres Kotabaru, yaitu SIPOMAS ( Sistem Informasi Polisi dan Masyarakat ). SIPOMAS sendiri sudah sangat matang dan digunakan hampir 2 tahun ini oleh Polres dan Masyarakat Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Pada perjalanannya kemudian dikembangkan ini itu sehingga semakin kompleks, dan tentunya semakin banting tulang pontang panting kita untuk mewujudkannya. Konsep yang kita bangun adalah integrated system, sebisa mungkin pengguna mudah menggunakan SASIRANGAN tanpa perlu terlalu banyak memasukkan input yang berulang-ulang. Maka konsep yang di usulkan oleh Kabid TI Polda Kalsel, AKBP Nyoman Suparsa adalah integrasi dengan data Dukcapil dan SIPP ( Sistem Informasi Personil Polisi ) Mabes Polri.

Diawali dari permintaan server ke Data Center Mabes Polri, dan untunglah Pak Nyoman adalah mantan pejabat di dacen mabes polri jadi urusan permintaan server cepat di acc. Tim Networking Netsindo mulai bekerja menyiapkan OS dan segala konfigurasi server, sementara Tim Programming Websindo menyiapkan desain aplikasi yang akan di install di server. Tahap selanjutnya adalah integrasi dengan 2 database kependudukan dan personil itu. Disini peran Tim Mabes Polri dan BidTI Polda Kalsel sangat besar. Mulai dari urusan mengkoneksikan server mabes ke sistem dukcapil, sampai menghubungkan server mabes ke server SASIRANGAN. Benar-benar tim yang all in, bahkan hari minggu pun masuk kerja sampai malam. Tidak perkara sepele menghubungkan sistem dukcapil ke SASIRANGAN. Anda bisa bayangkan, Bank yang segede itu saja belum bisa koneksi, bahkan SASIRANGAN adalah satu-satunya aplikasi kepolisian yang terkoneksi dengan dukcapil, yang lain belum ada, setidaknya sampai saat tulisan ini dibuat. Luar biasa ini!

Tentu kendala ini itu pasti ada, mulai dari konfigurasi berkali-kali untuk menyesuaikan dengan sistem dukcapil, sampai tim networking tepar karena harus begadang setiap malam demi mengejar tenggat waktu koneksi. Alhamdulillah jerih payahnya terbayar. Registrasi SASIRANGAN cukup dengan memasukkan NIK dan NRP saja, dan semua data kependudukan dan personil akan langsung diakses.

Integrasi E-Penyidikan Bareskim

Persoalan berikutnya berkaitan dengan integrasi adalah keinginan dari Bapak Kapolda Brigjen Rachmat Mulyana agar SASIRANGAN terkoneksi dengan E-Penyidikan sehingga tidak ada dobel input. SASIRANGAN cukup mengkonsumsi data dari E-Penyidikan Bareskrim saja. Hajar bleh…!

Hal pertama yang dilakukan adalah mengontak developer E-Sidik tersebut, untungnya (lagi-lagi) koneksi Kabid TI cukup bagus, beliau kenal dengan Developernya. Maka Tim Programmer Websindo yang bertugas untuk menghubungkan API E-Sidik ke SASIRANGAN lebih mudah dalam menjalankan tugasnya. Eits… tunggu dulu, tidak sesederhana itu, karena E-Sidik sendiri waktu itu juga masih proses developing. Dua sistem yang masih under development ingin dikoneksikan. Walhasil setelah dilakukan kompromi ini itu dan penyesuaian disana sini akhirnya bisa terkoneksi, meskipun belum sepenuhnya data bisa di koneksikan. Jadilah fitur SP2HP SASIRANGAN menjadi satu-satunya fitur SP2HP yang mengkonsumsi data dari sistem E-Penyidikan Bareskrim Polri.

SPKT Online

Tidak cukup sampai disitu, tuntutan untuk membuat aplikasi kepolisian yang lengkap membawa Tim SASIRANGAN kepada tantangan baru untuk membangun fitur SPKT Online yang terintegrasi. Disini kerja keras dan riwa-riwi programmer dari Jawa-Banjar dan sebaliknya diperlukan. Maklum, sampai saat ini belum ada satupun aplikasi kepolisian yang menawarkan fitur SPKT Online.

Apa itu SPKT Online ?

SPKT adalah kepanjangan dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu yang melayani layanan kepolisian seperti pembuatan Laporan Polisi, Laporan Kehilangan, SKCK, Perijinan, Pemberitahuan acara, Pengawalan, dll. Itulah yang ingin kami digitalisasi. Pengguna hanya cukup menulis laporan atau pengaduan melalui aplikasi maka semua proses akan dilakukan secara online, begitu beres, pengguna hanya perlu datang ke Kantor Polisi untuk mengambil surat resminya dan menyerahkan syarat-syarat yang diminta.

Untuk sekedar menggambarkan betapa kompleksnya sistem SPKT Online yang kami bangun, saya ambil contoh fitur LP atau Laporan Polisi.

Pengguna Sasirangan dapat membuat laporan polisi dengan 3 cara :

  1. Mengisi formulir Laporan Polisi di aplikasi mobile atau aplikasi web SASIRANGAN, mendapat PIN, serta menunggu pemberitahuan lebih lanjut dari Petugas penerima laporan.
  2. Datang ke kantor SPKT dan mengisi laporan di Anjungan Mandiri yang disediakan.
  3. Lapor langsung ke Petugas di SPKT Polda, Polres, atau Polsek terdekat.

Semua data yang dilaporkan melalui 3 cara diatas, tersimpan dan terkoneksi ke database SASIRANGAN. Sehingga pengguna yang lapor melalui petugas dapat menerima info melalui app mobile SASIRANGAN di ponselnya, demikian pula sebaliknya pengguna yang lapor melalui aplikasi hanya perlu memberitahukan PIN yang didapat saat mengirim laporan ke petugas SPKT untuk mendapatkan STTLP ( Surat Tanda Terima Laporan Polisi ), sangat-sangat mudah dan efisien.

Belum cukup dengan itu, fitur ini juga dilengkapi dengan chatting. Pelapor dapat menanyakan perkembangan laporannya langsung chat dengan petugas melalui SASIRANGAN, pun petugas bisa meminta syarat-syarat yang harus disertakan melalui fitur chat ini juga.

Sudah lengkap? Belum, sabar lah …

SASIRANGAN juga menyediakan fasilitas cetak. Jika laporan dianggap sudah tepat dan benar oleh petugas dan diverifikasi oleh Pelapor, maka Laporan Polisi bisa diberi nomor surat dan langsung dicetak. Nama Pelapor, Identitas Pelapor, Nama Petugas Penerima, dan Nama Pejabat SPKT otomatis terisi karena integrasi dengan Dukcapil dan SIPP tadi. Pelapor akan mendapat STTLP, sedangkan LP diteruskan ke bagian yang berwenang, melalui fitur E-Office SASIRANGAN.

Semua Laporan Polisi yang sudah dicetak akan masuk ke arsip digital dan tercantum dalam Buku Register SPKT Digital. Buku ini dapat difilter dan dicari laporan-laporan polisi yang sudah tercatat didalamnya, dan bisa juga langsung dicetak menjadi Buku Register SPKT.

Pelapor dapat mengawasi semua proses yang terjadi, misalnya laporan sudah diteruskan kemana dan ditangani oleh siapa. Hal itu dengan mudah tersedia di fitur Status Laporan di aplikasi SASIRANGAN ini. Cukup duduk manis dan pantau perkembangan kasusnya secara online dari ponsel pintar atau laptop.

Hal diatas adalah gambaran untuk proses LP (Laporan Polisi), hal yang sama berlaku untuk Laporan Kehilangan, Laporan Segera, Laporan Dumas, SKCK, Perijinan, Pengawalan. Semua serba terintegrasi.

Apa itu E-Office SASIRANGAN ?

Mungkin ada yang bertanya apa itu E-Office yang saya tulis sewaktu pembahasan fitur LP tadi. E-Office adalah fasilitas di SASIRANGAN yang memungkinkan penerusan laporan antar satuan dan unit di Kepolisian secara online. Misalnya LP tadi, setelah LP dicetak oleh petugas SPKT, maka bisa langsung diteruskan ke satuan yang berwenang menangani, misalnya kasus narkoba diteruskan ke SatNarkoba. Kasus kriminal diteruskan ke Satreskrim, dst. Admin masing-masing satuan akan menerima notifikasi adanya laporan masuk ke satuan mereka dan dapat membuka Command Center SASIRANGAN untuk membaca info atau laporan yang masuk dan menindaklanjutinya.

Snack, Kopi, dan Rokok

Tim Programmer Websindo

Sungguh saya ingin menuliskan semua pengalaman suka duka membangun SASIRANGAN ini, tapi bisa keriting tangan saya menjabarkan satu persatu karena proses pembangunan SASIRANGAN dimulai bulan Juli 2017 sampai maret 2018 dan masih terus dikembangkan hingga sekarang untuk menjadi lebih sempurna. Proses yang tidak singkat.

Tapi mewakili tim teknis baik networkers maupun programmer, tentunya ada kebanggaan di hati kita bahwa karya ini bisa diwujudkan. Hal yang rasanya tidak mungkin bisa dibangun di daerah seperti Kalimantan Selatan ini, karena ini kelasnya Nasional, bukan cuma kelas Polda. Semua fitur yang kami bangun belum pernah ada sebelumnya dan sudah sesuai dengan standar layanan kepolisian, termasuk sesuai dengan perkap-perkap yang ada.

Tentunya meskipun tim berjibaku hanya ditemani snack, kopi, dan asap rokok yang mengepul, kami ingin memberikan hasil yang maksimal untuk masyarakat Kalimantan Selatan, dan melihat Bayi ini mulai disosialisasikan dan mendapat respon yang positif dari semua pihak, sudah menjadi kebanggaan terbesar bagi kami. Semoga SASIRANGAN memberi banyak manfaat baik untuk masyarakat maupun kepolisian, khususnya di wilayah Propinsi Kalimantan Selatan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + six =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.