Pertumbuhan Ecommerce di Indonesia semakin pesat dari tahun ke tahun. Tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di akhir tahun 2016, jumlah total usaha ecommerce di Indonesia mencapai 26,2 juta. Pertumbuhan Smartphone, Jangkauan internet, dan perubahan pola belanja masyarakat turut andil dalam perkembangan ecommerce.
 

Praktisi IT, Andi Riza mengatakan, dari sekian banyak ecommerce di Indonesia, jenis Marketplace atau pasar online lah yang paling banyak tumbuh dan berkembang. Persaingan di bisnis marketplace sangat sengit untuk memperebutkan kue yang sebenarnya cukup besar.

Berdasarkan survei dari Iprice tahun 2017, Lazada adalah jawara marketplace di Indonesia dengan jumlah kunjungan mencapai 49 juta pengunjung per bulan, disusul dengan Tokopedia 40 juta kunjungan, sedangkan Bukalapak mencapai 26 juta pengunjung perbulan.
 
Sebagai daerah yang terus berkembang dan mulai menjamurnya UMKM tentunya Kalsel menawarkan potensi bisnis yang besar. Tercatat ada beberapa marketplace yang dibangun, contohnya oleh salah satu pihak Perbankan bekerjasama dengan Pemerintah daerah, seperti banjarbaru-mall.com dan banjarmasin-mall.com. Hal yang sebenarnya cukup baik untuk mempromosikan UMKM lokal menuju Pasar global. Tapi poin utamanya adalah apakah pelaku UMKM di Kalsel tertarik bergabung dan menggunakannya.
 
“Suatu tantangan tersediri bagi pengelolanya. Persaingan Marketplace bukan lagi terjadi secara sektoral tapi sudah internasional,” katanya, Jumat (17/3/17).
 
Perlu kerja keras, strategi yang optimal, dan solusi kreatif untuk mengembangkannya. Jangan sampai hanya numpang lewat atau sekedar ada.
Melihat persaingan yang ada, tentunya tidak bisa sembarangan membangun Marketplace baru. Fitur dan layanan Marketplace harus dapat mengakomodasi kepentingan pelanggan, baik penjual maupun pembeli.
 
Pertama, Marketplace harus mampu menarik minat Penjual dan Pembeli sekaligus. Penjual mudah untuk membuka Toko Online dan Pembeli mudah melakukan segala transaksi disana. Marketplace yang baik menyediakan fasilitas toko online yang lengkap, seperti etalase produk, persediaan barang, penjualan grosir, dan lainnya.
 
Kedua, fasilitas Pembayaran. Transaksi penjualan produk melibatkan sistem pembayaran yang cepat dan aman. Marketplace wajib menyediakan berbagai metode pembayaran dari berbagai penyedia layanan pembayaran.
 
“Dalam hal ini bisa melibatkan bank, kerjasama dengan gerai supermarket, atau menggandeng perusahaan dan lembaga keuangan lainnya,” jelasnya.
 
Metode transaksi pembayaran yang aman melalui Rekening Escrow, dimana Pembeli melakukan transfer dana ke Rekening pengelola Marketplace terlebih dahulu, jika produk sudah diterima dalam kondisi baik, maka Pembeli mengkonfirmasi pengelola Marketplace untuk meneruskan pembayarannya ke rekening Penjual. Baik Pembeli maupun Penjual mendapatkan jaminan kepastian dan keamanan dalam bertransaksi.
 
Ketiga, fasilitas Kurir terintegrasi untuk pengiriman barang dari berbagai penyedia layanan ekspedisi. Penjual dan pembeli memiliki berbagai opsi untuk memilih kurir yang tersedia dan dianggap baik. Ongkos kirim otomatis dijadikan satu dengan tagihan pembelian barang.
 
Keempat, iklan dan promosi, apa gunanya membuat Marketplace jika tidak diketahui orang banyak. Pengunjung yang sedikit membuat orang enggan membuka toko disana. Promosi dimulai dari tampilan halaman Marketplace. Desain yang menarik dan informatif akan menarik orang untuk menelusuri produk lebih lanjut, sedangkan tampilan yang monoton dan kaku, membuat pengunjung eneg dan buru-buru kabur dari sana. Iklan berguna untuk mempromosikan Marketplace dan semua toko yang ada didalamnya agar diketahui oleh Masyarakat. Iklan dapat dilakukan di media massa, televisi, media sosial, media online, dan mesin pencari situs internet. Semakin banyak dan seringnya iklan, semakin banyak orang yang tahu dan tertarik untuk berkunjung serta memperbesar peluang terjadinya transaksi.
 
Sebagai entitas bisnis yang menjual jasa, Marketplace juga wajib memiliki elemen penunjang yang terlibat dalam proses bisnisnya.
 
Pertama adalah teknologi yang digunakan, baik server maupun perangkat lunaknya. Sungguh hal yang kurang menyenangkan jika tiba-tiba Marketplacenya down gara-gara kebanjiran pengunjung atau problem teknis lainnya, karena Marketplace yang sering error akan cepat ditinggalkan pelanggannya.
 
Elemen kedua adalah Operator. Operator dapat menangani permasalahan seputar fitur dan penggunaannya, menerima komplain, saran dan kritikan, serta membantu menyelesaikan masalah yang terjadi diantara penjual dan pembeli.
 
Ketiga adalah Pemasaran. Personil pemasaran harus giat dan aktif dalam mempromosikan Marketplace, Toko, dan Produk-produk yang diperdagangkan di dalamnya. Tenaga pemasaran biasanya turun ke lapangan, mengadakan event dan kegiatan promosi langsung ke masyarakat, dan menggandeng Pemerintah, Komunitas UMKM, Pengusaha, dan Perusahaan untuk bersama-sama memanfaatkan fasilitas yang ada di Marketplace.
 
“Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin berkembang Marketplacenya. Keempat dan sangat penting adalah Pemeliharaan dan Pengembangan Teknis,” jelasnya.
 
Dia menambahkan, bisnis akan terus berkembang termasuk juga dengan jumlah dan jenis layanan yang ada di Marketplace. Pengembangan dan Pemeliharaan teknis perangkat lunak dan infrastruktur teknologi, diperlukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi.
Tanpa ada personil teknis, Marketplace rentan menjadi target serangan penjahat dunia maya yang menyebabkan kerugian finansial yang besar. (*)
 
 
Note : artikel ini dimuat pertama kali di Banjarmasin Post.
 
 
Categories: Teknologi

1 Comment

Name · July 9, 2017 at 10:43 am

Ini web gado gado ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − nine =