Ecommerce dan Online Shop tumbuh bak cendawan di musim hujan. Dukungan teknologi yang semakin maju dan semakin luasnya penetrasi internet di masyarakat membuat bisnis berjualan secara online ini kian berkembang.

Tapi apa keuntungan dan kerugiannya?

Kali ini kita tinjau dari sisi pembeli, apa saja untung rugi berbelanja secara online.

KEUNTUNGAN

1. Harga Produk

Sistem online tidak terikat ruang, sehingga dengan sistem ini konsumen bisa langsung menghubungi produsen atau penjual kelas distributor sekalipun. Bahkan banyak penjual-penjual grosir yang membuka paket eceran di Toko Online atau Marketplace. Tentunya ini menguntungkan pembeli karena bisa mendapat harga lebih murah daripada harus beli ke toko fisik dimana produknya sudah melalui berbagai tingkat rantai distribusi.

2. Jenis Produk

Jenis produk yang terpampang di toko online atau marketplace beraneka ragam, mulai produk yang umum sampai produk-produk khusus atau limited edition. Banyak ragam dan jenis barang ini memudahkan pembeli dalam mencari dan mengambil keputusan untuk membeli produk. Barang yang dijual pun tidak musti barang baru, bahkan barang-barang bekas juga bisa dijual secara online. Hal ini berguna bagi pembeli yang mencari barang pengganti yang sudah tidak di produksi lagi atau barang koleksi lama yang sudah tidak dijual lagi di toko resmi.

3. Banyak Toko

Toko online baik yang berdiri sendiri maupun yang tergabung di Marketplace jumlahnya ribuan. Hal ini berkaitan dengan aturan main yang fleksibel. Penjual tidak harus punya toko fisik ataupun ijin legalitas badan usaha untuk bisa membangun Toko Online. Cukup daftar akun, tentukan nama toko, pajang produk, dan langsung berjualan. Pembeli dengan mudah mencari melalui mesin pencari online atau mesin pencari di Marketplace untuk melihat toko-toko yang ada. Tidak cocok dengan toko yang satu, bisa pindah ke toko yang lain tanpa beralih dari tempat duduk. Hal ini menghemat waktu dan tenaga daripada keliling pasar mencari barang.

4.  Waktu Layanan

Banyak toko online yang membuka waktu layanan yang fleksibel. Mereka tidak terikat dengan jam kerja, khususnya penjual perseorangan. Kapanpun pembeli ingin menghubungi, silahkan langsung call aja, biasanya langsung direspon kecuali ada kesibukan atau sedang tidur. Luwesnya jam buka toko ini memudahkan pembeli jika suatu saat membutuhkan produk tertentu diluar waktu kerja, mereka bisa langsung komunikasi dan pesan ke penjual online. Di beberapa marketplace, penjual bisa langsung pesan barang dan bertransaksi 24 jam nonstop. Sistem dan aplikasi mereka yang menangani segalanya, baik penjual dan pembeli tinggal mengikuti prosedur yang ada saja.

5.  Transaksi Cepat dan Aman

Khusus untuk point no 5 ini berlaku relatif, artinya tergantung dari sistem apa yang digunakan oleh toko online yang bersangkutan. Banyak toko online sudah menerapkan aplikasi payment gateway sehingga pembeli bisa memilih berbagai macam metode pembayaran, mulai dari kartu kredit, kartu debit, online banking, atau bayar via layanan supermarket rekanan. Untuk sisi keamanan, hal yang umum berlaku dalam belanja online adalah sistem escrow. Escrow berarti pembeli akan mentransfer uang ke rekening pihak ketiga, kemudian ketika barang sudah sampai dengan baik, maka dana akan diteruskan ke rekening penjual. Pembeli aman karena jika barang tidak dikirim, maka dana akan dikembalikan ke rekening pembeli. Sistem ini umumnya diterapkan di Marketplace, sehingga pembeli dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman.

 

KERUGIAN

1. Ongkos Kirim

Ongkos kirim adalah hal yang tidak bisa dihindari dalam sistem belanja online. Hal ini wajar karena biasanya transaksi antar penjual dan pembeli dilakukan secara online dan tanpa tatap muka sehingga pembeli tidak bisa mengambil sendiri barang pesanannya. Untuk beberapa kasus, jika penjual memiliki toko fisik maka transaksi bisa dilakukan secara offline atau bisa juga dengan COD (Cash on Delivery). Tapi pada intinya, ongkos kirim adalah variabel yang akan menambah budget belanja pembeli. Dalam beberapa hal, seringkali ongkos kirim lebih mahal dibanding harga barang.

2. Waktu Kirim

Dengan menggunakan kurir, maka waktu kirim tergantung dari paket yang dipilih dan kredibilitas perusahaan kurir yang bersangkutan. Hal ini juga bergantung dari waktu respon dan tindakan dari penjual, apakah penjualnya responsif atau ‘lelet’. Pembeli tidak memiliki pilihan apapun selain menunggu datangnya barang. Gabungan antara waktu pengepakan dan pengiriman barang ini seringkali jadi kendala Pembeli untuk segera menggunakan produk pesanannya, apalagi jika pembeli dibatasi oleh waktu untuk segera menggunakan produk yang dibelinya.

3. Spesifikasi Produk

Apa yang terpampang di toko online kadang berbeda dengan barang yang dikirim, entah karena pintarnya fotografernya dalam memproduksi foto produk sehingga terlihat bagus, salah kirim barang, atau memang sengaja dikirim barang yang berbeda. Pembeli bergantung pada foto produk yang di pajang penjual saja, jika fotonya sedikit dan kurang bisa menggambarkan spesifikasi barangnya, maka pembeli akan kesulitan untuk mengetahui kondisi barang dengan pasti. Kadang juga ada penjual merahasiakan adanya cacat atau rendahnya kualitas produk. Dalam hal ini pembeli bergantung penuh kepada kepercayaan bahwa Penjual hanya menjual produk yang bermutu, dan jika hal itu tidak terjadi, maka siap-siap kecewa.

4. Stok Produk

Membeli secara online hanya melihat gambar yang dipajang dan deskripsi yang disertakan. Pembeli tidak bisa memastikan ketersediaan barang dan apakah penjual memiliki stok barang secara riil. Seringkali stok yang ditulis tidak pernah diupdate, sehingga ketika transaksi dilakukan, ternyata barangnya kosong. Kendala lain dengan adanya Dropshipper, yaitu penjual yang hanya sebagai perantara saja, tidak memiliki stok barang, bahkan barang dikirim langsung dari lokasi agen/distributor/penjual lain ke pembeli atas nama penjual dropshipper tersebut. Hal ini cukup merepotkan pembeli karena seringkali dropshipper baru mengecek barang ketika transaksi sudah terjadi. Jika barang kosong, maka pembeli gigit jari dan membuang-buang waktu hanya untuk meminta pengembalian dana.

5. Pengembalian Barang

Barang yang dibeli secara online biasanya akan sulit di retur kecuali ada kesepakatan dan aturan tentang hal ini dari toko online nya. Seandainya bisa pun, akan menambah budget pembelian karena ongkos kirim yang ditanggung oleh pembeli menjadi dua kali lipat, apalagi untuk ongkos kirim yang mahal. Ini akan memberatkan pembeli.

6. Larangan Produk Tertentu

Tidak semua produk bisa diperjualbelikan secara online, dan tidak semua produk yang dijual bisa dikirim melalui kurir. Ada produk-produk tertentu yang ditolak oleh kurir karena melanggar aturan pengiriman barang, misalnya produk gas bertekanan (aerosol), produk mudah terbakar, produk cair tertentu, produk bahan makanan mentah, dll. Jika ada yang bisa mengirimkan, biasanya untuk keperluan pengiriman grosir atau dalam jumlah besar, bukan satuan.

7. Penipuan

Point ke 7 ini yang menjadi momok dalam bertransaksi secara online. Banyak terjadi penipuan, utamanya jika dana langsung ditransfer ke rekening penjual. Tidak ada jaminan penjual akan mengirimkan barang dan menempuh jalur hukum lebih mahal dan lama lagi. Akhirnya pembeli pun terpaksa pasrah ditipu.

 

KESIMPULAN

Belanja online memiliki banyak sisi positifnya bagi konsumen, khususnya dengan banyaknya variasi produk dan toko yang berjualan. Pembeli dengan mudah mencari dan memilih produk yang diinginkan tanpa perlu berkeliling kota, cukup buka laptop atau smartphone dan lakukan order secara online.

Tapi dibalik kemudahan tentunya ada kekurangan. Utamanya adalah Penipuan. Meskipun negara kita sudah memiliki UU ITE yang dapat menjangkau kasus-kasus penipuan online tapi prosesnya panjang dan lama, tidak relevan untuk kasus-kasus pembelian barang yang tidak terlalu besar. Pada akhirnya Pembeli lah yang harus cerdas dalam memilih Penjual yang bereputasi. Saran penulis, gunakan Marketplace ternama. Marketplace adalah Pasar Online yang didalamnya banyak berdiri Toko Online. Pengelola Marketplace biasanya memiliki aplikasi dan sistem transaksi yang aman dan terpercaya. Sistem Escrow mereka menjamin bahwa dana akan tetap aman selama barang belum diterima pembeli. Tapi sekali lagi, cari Marketplace yang terpercaya.

 

Categories: Bisnis

1 Comment

Jimmy Ahyari · September 21, 2017 at 6:56 am

Yang paling sulit bagi pembeli (seperti saya) adalah melihat kualitas bahan produk yang dibeli. Bahkan ada pernah kejadian yang saya baca tentang produk A yang populer, eh, ecommerce Z nyomot foto produk A, tapi kualitasnya jauh di bawah (dan tentu lebih murah) hingga akhirnya pemilik produk A protes. Mungkin pak Andi sendiri tahu “kasus” ini. Ecommerce-nya lumayan besar soalnya 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × five =