Banyak kisah tentang Startup yang beredar di dunia maya, ada yang sukses dan lebih banyak yang gagal.
Jangan terpukau oleh keberhasilannya dan jangan berkecil hati karena kegagalannya, tapi cari tahu informasinya yang bisa jadi sangat berguna untuk kita kedepan dalam mengembangkan startup sendiri.
Berikut ini beberapa hal yang bisa kita pelajari dari kisah-kisah Startup tersebut :

1. Latar belakang tim founder dan co-foundernya.

Mengetahui seperti apa latar belakang tim dibalik startup tersebut sangat berguna untuk kita mempelajari bagaimana mereka menemukan konsep, mewujudkan konsep menjadi realita, bekerjasama dalam tim, dan pembagian tugas masing-masing. Kita akan tahu seperti apa cara Founder dan Tim Leader nya memimpin startup dan orang-orang seperti apa yang kita butuhkan untuk diajak kerjasama membangun startup sendiri.

2. Modal awalnya

Jangan terkesima dengan berita sebuah startup mendapat pendanaan fantastis dari VC tertentu, itu urusan nanti, yang penting cari tahu bagaimana mereka memodali startupnya sewaktu awal berdiri. Istilah kerennya Bootstraping. Besar modal awal untuk membangun startup saat pertama kali, tanpa ada Angel Investor dan tanpa ada Venture Capital, sangat penting bagi kita untuk mengkalkulasi kebutuhan startup kita sendiri. Berapa besar modal dan dialokasikan untuk apa saja diawal berdirinya startup.
Anda mungkin akan kesulitan menemukan informasi ini, karena rata-rata startup tidak mau membuka besaran modal awal, beberapa malah cenderung lebay dengan mengatakan modal awal cukup $7 saja.

3. Strategi pemasarannya

Startup memerlukan pengguna agar dapat berkembang, pelajari dan cari tahu bagaimana sebuah startup mendapatkan penggunanya pertama kali. Banyak sekali tips dan trik untuk mendapatkan pengguna awal secara cepat dan masif, dan tentunya tidak sekedar Bakar Duit karena modal mereka masih terbatas. Ini benar-benar mengandalkan kreatifitas tim foundernya. Tanpa ada Akusisi Pengguna, tidak ada data, tidak ada bisnis.

4. Monetisasinya

Ini point penting dari Startup, karena startup adalah bisnis, dan bisnis perlu pendapatan untuk menghidupi usahanya, maka cara mendapatkan uang atau monetisasi itu adalah hal yang sangat vital. Masing-masing startup berbeda-beda cara monitisasinya, dan itu ilmu yang berharga untuk kita pelajari. Jangan hanya dilihat Bakar Duit nya tapi cari tahu apa target mereka kedepannya karena masing-masing Startup juga punya target waktu yang berbeda-beda.
Ada Startup yang langsung cari profit diawal operasionalnya, ada juga Startup yang cari pengguna dulu untuk kemudian bisa mudah di monetisasi jika sudah besar.

5. Permasalahannya

Mengetahui permasalahan yang menimpa startup berguna bagi kita untuk mempersiapkan solusinya. Baik yang sukses maupun yang berakhir gulung tikar, semua startup pasti mengalami permasalahan-permasalahan dalam sejarah beroperasinya. Semakin banyak permasalahan yang anda pelajari, semakin siap dalam mengantisipasi dan mempersiapkan diri.

6. Investornya

Untuk meningkatkan skalabilitas bisnisnya, sebuah startup rata-rata memerlukan suntikan dana investor. Ada investor perorangan atau Angel Investor dan ada investor perusahaan atau Venture Capital, masing-masing ada tingkatannya. Semakin besar startup, semakin banyak pula investor yang berniat ikut serta dalam modal investasi. Cari tahu berapa prosentase pembagian sahamnya dan apa saja yang ditawarkan oleh masing-masing investor, karena biasanya investor tidak hanya menawarkan dana modal tapi juga beberapa fasilitas penunjangnya, bisa infrastruktur, bisa personil, bisa jalur relasi, dll.
Masing-masing Investor memiliki ketertarikan yang berbeda-beda dalam suatu bidang bisnis startup. Ada yang tertarik untuk invest di startup fintech, ada yang tertarik untuk invest di marketplace, ada yang tertarik dengan startup jejaring sosial, dll. Cari tahu tipe Investor mana yang cocok dengan bidang startup anda.

7. Produknya

Saya sengaja menaruh point Produk di bagian akhir, agar tidak terlalu fokus ke produk. Ingat saya bilang diatas, Startup itu Bisnis, bukan sekedar bikin software atau aplikasi. Produk adalah senjata untuk menguasai pertempuran bisnis. Senjata bakal efektif jika kita menggunakannya di medan dan situasi yang tepat dan dioperasikan orang yang ahli.
Sebagian besar orang yang tertarik dengan startup selalu terfokus kepada pembuatan aplikasi, bahkan banyak yang sudah buat apps nya dulu, setelah itu baru mikir seperti apa bisnis yang cocok untuk appsnya tersebut. Padahal sebaiknya mengenal terlebih dahulu apa yang dibutuhkan pasar, setelah itu mencari solusinya dan mewujudkan solusi tersebut menjadi bisnis. Produk mengikuti skema dan rencana bisnis, bukan sebaliknya.
Apa yang dipelajari dari produk sebuah startup ?
Selain fungsinya, anda bisa belajar antarmukanya dan cara pengoperasiannya. Banyak startup yang memiliki fitur apps yang sama, kadang apa yang dicari oleh pengguna adalah kemudahan penggunaan (user friendly) dan tampilannya yang menarik dan sejuk dipandang mata (eye catching)
Categories: Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − two =