Ada 3 hal yang sebenarnya tujuannya baik, tapi jika terjadi hal yang tidak diinginkan, nama kita yang kena getahnya.

1. Merekomendasikan Seseorang untuk bekerja di tempat kenalan.

Tujuannya jelas membantu orang lain, tapi kalau tidak selektif benar-benar, dan terjadi hal negatif terhadap yang bersangkutan, imbasnya bisa ke kita.
Saya pernah merekomendasikan orang kerja di perusahaan teman, tapi ternyata dia malas dan keluar dari kerjaan dalam hitungan 1 bulan saja. Kejadian lain, malah ada yang bikin onar di tempat kerjaan. Ujungnya kena protes : “Dia gue terima karena liat elo, tapi malah bikin kacau disini”

Seringkali orang menerima kenalan kita karena melihat kitanya, bukan karena melihat calon tenaga kerjanya. Kepercayaan kita yang jadi jaminannya. Dan jika terjadi hal negatif, maka akan jadi situasi yang sulit bagi kita karena kedua sisi adalah sama-sama teman.

Saran : Seleksi dulu teman yang ingin kita rekomendasikan, apakah memang niat untuk kerja, punya kemampuan sesuai dengan lapangan kerja yang direkomendasikan, punya sikap dan kebiasaan yang baik, dan apakah bakal cocok bekerja di lingkungan kerja yang kita sarankan. Jika dirasa bakal tidak cocok, lebih baik carikan kerjaan lain yang sesuai dengan style dia atau jika memang tidak ada, bilang saja terus terang. Bukannya tidak ingin membantu, tapi berjaga-jaga juga perlu karena jangan sampai kepercayaan dan pertemanan rusak karena hal-hal diluar kontrol kita.

2. Menyarankan jenis pekerjaan tertentu kepada teman.

Ini hal yang sangat sepele, tapi kadang jadi serius jika terjadi apa-apa dengan usaha teman kita. Sering bukan karena saran kita tidak tepat, tapi karena yang menjalankan kurang kreatif. Dianggap bahwa usaha di bidang itu adalah jaminan kesuksesan tanpa memperhatikan hal-hal lain seperti belajar legalitas, belajar akuntansi keuangan, belajar marketing, dan tips trik lainnya dalam bisnis. Pokoknya dianggap kalau bisnis bangkrut berarti bidang kerjanya yang tidak cocok, bukan orangnya yang salah strategi dan yang memberi saranlah yang koplak.

Saran : Menyarankan sesuatu yang positif adalah hal yang baik, terutama dengan menawarkan peluang kerja tertentu, tapi jelaskan benar-benar bahwa semua itu ada resikonya. Mau bisnis sedang booming atau bisnis baru, tetap ada resiko. Jangan hanya dijelaskan tentang keuntungan, tapi juga jabarkan apa-apa masalah yang sekiranya dapat menghadang didepan serta apa-apa yang harus dipersiapkan, terutama mental. Beri gambaran positif dan negatifnya, dan jika ingin melangkah kesana, semua pilihan dan resiko adalah tanggung jawab dia sendiri, kita cuma memberikan gambaran saja.

3. Mengajak teman gabung ke suatu bisnis.

Untuk yang satu ini memang harus benar-benar selektif. Kebiasan buruk jika orang diajak bisnis adalah ingin cari keuntungan yang besar dan jika terjadi masalah, maka cari kambing hitam. Yang cocok jadi kambingnya ya kita yang ngajak, siap untuk disembelih, hehe…
“Loe kan udah pengalaman usaha, katanya untung, kok sekarang malah rugi, balikin modal gue”
Ujung-ujungnya kita dicap sebagai Penipu. Yes..!

Saran :  Bisnis apapun yang kita tawarkan, baik sebagai rekan usaha atau bisnis apa, jelaskan benar-benar apa hak dan kewajibannya. Apa posisi yang bisa dia pilih dan resikonya.
Praseleksi itu penting, perhatikan apakah orang ini cocok untuk berfikir dan bertindak ala wirausahawan, apakah dia sanggup menanggung kerugian dan kebangkrutan, apakah dia ada pengalaman bisnis sebelumnya, bagaimana sikap dan pembawaannya, apa dia bisa diajak berfikir bersama-sama mencari solusi akan semua masalah yang ada, dll.

Satu hal lagi, semua urusan usaha harus ada hitam diatas putihnya, jangan kesepakatan-kesepakatan bawah tangan, jangan mudah bilang “Gampang itu,..bla..bla..bla…” Jangan sungkan-sungkan karena teman. Harus berani tegas dan sedikit sadis.

Tidak semua orang paham apa sebenarnya wirausaha itu, dan apapun kerjasamanya pasti didepan akan terasa manis, entah kalau dikemudian hari ada masalah, kemungkinan besar bakal terasa pahit. Pastikan calon rekan kita paham benar apa untung dan ruginya bisnis yang akan dijalani ini dan bagaimana kesepakatannya jika terjadi masalah. Sedia payung sebelum hujan. Bahas yang jeleknya dulu, agar masing-masing punya pegangan yang pasti untuk bertindak sesuai dengan situasi. Oleh karena itu, lebih baik kelahi dulu didepan, agar bisnis bisa berjalan dengan langgeng.
—–

Kesimpulan

Tidak perlu paranoid dan antipati terhadap orang lain. Membantu orang lain itu adalah hal yang baik, apapun tanggapannya. Tapi berjaga-jaga dan selektif adalah ikhtiar kita agar kedepan nama baik dan professionalisme kita terjaga juga mampu membina dan mempertahankan tali silaturrahmi sesama teman/saudara. Jika sudah melakukan seleksi dan tetap terjadi hal yang buruk, Wallahu a’lam.

Categories: Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen + 11 =